Bolmong

Desak Pemda Cabut Izin, Warga Tiberias Tolak PT Melisa Sejahtera

Desak Pemda Cabut Izin, Warga Tiberias Tolak PT Melisa Sejahtera
Sekda Bolmong saat menerima warga yang melakukan aksi
MONGONDOW.CO, LOLAK – Ratusan warga desa Tiberias Kecamatan Poigar sambangi kantor Bupati Bolmong, pada Senin (1/8) siang. Ini dilakukan untuk menolak PT Melisa Sejahtera di bidang perkebunan di desa Tiberias.
” Ini merupakan aksi damai. Kami minta agar pemerintah daerah menutup dan menghentikan aktivitas PT. Melisa Sejahtera di desa Tiberias, yang melakukan pengelolahan lahan di bidang perkebunan kelapa.” terang Abner Patras, warga desa Tiberias.
Menurut Abner, sesuai hasil investigasi warga, pihak perusahaan telah melanggar ketentuan-ketentuan yang diduga kuat telah menyalahi ketentuan yang ada, sehingga kehadiran mereka dikantor bupati untuk menyampaikan aspirasi  terkait dengan pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan pihak perusahaan khususnya kepada warga yang dianggap merugikan masyarakat sekitar beroperasinya perusahaan.” aku Abner.
Aksi tersebut di terima langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Bolmong Ashari Sugeha, yang di dampingi beberapa pejabat Pemkab Bolmong. Ashari mengatakan, hasil laporan masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat ini akan ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah Kabupaten Bolaang Mongondow dan akan dilaporkan kepada pimpinan daerah untuk pengambilan keputusan lebih lanjut.
“Ini akan kita tindaklanjuti, dan segera mungkin di sampaikan ke Bupati. atas nama pemerinta mengakui sangat berterima kasih atas aksi damai yang dilakukan warga serta meminta permakluman kepada warga, karena saat bersamaan Bupati Bolaang mongondow sedang berada dalam tugas luar daerah dengan agenda kemasyarakatan yang dipimpin oleh Gubernur Sulawesi Utara.” aku Ashari.
Menurut dia, Pemerintah daerah segera menindaklanjuti dengan membentuk Tim evaluasi untuk mengidentifikasi pokok permasalahan yang jadi aspirasi masyarakat.” Aspirasi ini segera di tangani tim evaluasi. Jika terbukti pihak perusahaan tidak memenuhi persyaratan serta melakukan pelanggaran, maka pemerintah daerah tidak segan-segan membekukan bahkan sampai pada proses pencabutan  izin operasional perusahaan, sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku.” ungkap Ashari.
Aksi unjuk rasa damai tersebut, turut di dampingi Korlap Firdaus Mokodompit Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat  Laskar Anti Korupsi Indonesia (LSM LAKI) Bolmong. (Mwr)
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Most Popular

To Top