Bolsel

Warga Jiko Belanga Mengaku Pulau Lampu Masuk Bolsel

Warga Boltim Mengaku Pulau Lampu Masuk Bolsel
Pulau Lampu yang jadi polemik soal status kebeadaan antara Kabupaten Bolsel dan Kabupaten Boltim

MONGONDOW.CO, Bolsel – Status keberadaan pulau lampu yang di klaim masuk wilayah Kabupaten Botim oleh Pemerintah Kabupaten Boltim, dianggap tidak punya dasar pasti.

 

Warga Desa Jiko Belanga Kecamatan Nuangan bahkan mengakui jika pulau Lampu ini masuk wilayah Kabupaten Bolsel.

 

Mantan Sangadi (Kepala Desa) Jiko Belanga Buce Barakati, mengatakan bahwa  terkait pulau lampu sepengetahuan saya sampai saat ini masuk diwilayah Bolsel .

 

” Iya, pulau lampu saya tahu saat ini masuk diwilayah Bolsel, sebab akses yang paling dekat menuju pulau lampu itu adalah wilayah Posilagon ketimbang dari Jiko. Belanga,” terangnya.

 

Menurut Buce Barakati,  sebelum ada Desa Jiko Belanga (Boltim) desa Posilagon (Bolsel) sudah ada sejak tahun 1960-an, sedangkan penduduk pertama wilayah Desa Jiko Belanga pada tahun 1976 baru enam Kepala Keluarga itu pun para pengungsi dari Kepulauan Siau Sangihe Talaud saat itu.

 

” Desa Jiko Belanga  menjadi Desa pendukuhan nanti pada tahun 1980-an dan definitif pada 21 maret 1995  yang diresmikan oleh Gubernur E E.Mangindaan,” kata Barakati.

 

Hendrik Matelu (69) salah satu penduduk pertama di Desa Jiko Belanga mengaku bahwa pada tahun 1976 sudah ada Desa Posilagon  terkait batas saya tidak tau karena waktu itu masih Bolmong Raya dan Bupati saat itu masih di jabat pak Almarhum Djambat Damopolii.

 

” Jadi setibanya waktu itu saya ke Jiko Belanga pulau lampu itu lebih dekat dari wilayah Posilagon.

 

 

Berbeda dengan Sangadi  Jiko Belanga Riman Manuho, dengan percaya diri mengaku bahwa terkait pesisir secara geografis setengah pulau lampu masuk di posilagon dan Jiko Belanga.” Jadi pulau ini hampir masuk kewilayah Boltim artinya  nyaris masuk ,” singkat Manuho.

 

Terpisah, Sangadi Desa Posilagon Masri Dilapanga menegaskan, Boltim tidak ada alasan untuk mengklaim Pulau Lampu bahwa sebagaian masuk di wilayah mereka.

 

“Tidak masuk akal. Sedangkan posisi Pulau Lampu tepat berhadapan dengan desa kami (Posilagon,red) ,” tegasnya. (89/mwr)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Most Popular

To Top