Hukum & Kriminal

Uang Rp 30 Juta dari Oknum Pejabat Bulog Bolmong Diduga Untuk Menyuap Penegak Hukum

Oknum Pejabat Bulog Bolmong BM alias Bernard (duduk tengah) saat diamankan anggota Reskrim Polres Bolmong dengan barang bukti uang Rp 30 juta.

MONGONDOW.CO, Kotamobagu – Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Polres Bolmong bekerja sama dengan Kodim 1303 Bolmong, kepada oknum pejabat Perum Bulog Sub Divre Bolmong BM alias Bernard, dengan barang bukti uang sebesar Rp 30 juta, diduga akan digunakan untuk menyuap anggota penegak hukum.

 

Kapolres Bolmong AKBP Gani Fernando Siahaan SIK MH mengatakan, OTT itu dilakukan atas kerjasama Kodim 1303 Bolmong dan Polres Bolmong.

 

“Hal ini sudah kita lakukan penyelidikan secara bersama-sama. Dan pada akhirnya benar salah seorang penyelenggara negara melakukan tindakan koruptif. Oleh sebab itu, kita akan kenakan pasal tindak pidana korupsi terhadap perkara ini dan kita akan kembangkan. Karena tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain yang membantu dan ataupun bersama-sama dalam melakukan tindakan perbuatan ini,” ungkap Siahaan.

 

Lebih lanjut mantan Kasubdit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulut ini mengatakan, pihaknya akan mengecek dari pokok permasalahan ini, mulai dari penyelidikan sampai operasi tangkap tangan. “Untuk barang bukti yang ditemukan uang sebesar Rp 30 juta itu diduga untuk menyuap dan memuluskan perbuatannya,” bebernya.

 

Sementara itu, Dandim 1303 Bolmong Letkol Inf Sigit Dwi Cahyono mengungkapkan, dilakukannya OTT ini karena mendapat perintah dari Komandan Korem terkait ketahanan pangan menyangkut masalah serapan gabah, yang di dalamnya ada peranan dari Bulog.

 

“Begitu saya masuk di Bolmong, saya melaksanakan elisitasi dan mengumpulkan keterangan. Dan ternyata ada indikasi ada pejabat yang akan terlibat dalam tindak pidana korupsi. Sehingga kami pertama langsung melakukan pengecekan gudang. Kebetulan anggota unit saya tidak menemukan barang bukti. Saya kembangkan lagi kepada penadahnya. Begitu ke penadahnya kita cek ternyata ada di gudangnya. Waktu itu pun saya bekerjasama dengan bapak Kapolres dan saat ini sudah di police line,” terangnya.

 

Dirinya mengungkapkan, barang bukti beras raskin yang akan diselundupkan oknum pejabat Bulog tersebut, kurang lebih satu gudang, serta bungkus-bungkus beras gabah tahun 2017 kurang lebih 1500 karung. “Jadi kemasannya dari karung bulog diganti dengan karung lain. Dan beras tersebut akan mereka jual ke Minahasa Selatan dan  Gorontalo,” ungkapnya. (guf)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Popular

To Top