Nasional

Mulai 2019, Perjanjian Kerja Pemerintah Memprioritaskan Tiga Bidang

MONGONDOW.CO, Kotamobagu – Kemenpan RB mulai tahun 2019 ini mulai akan menerapkan kebijakan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen P3K.

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana menjelaskam, bahwa secara teknis pengadaan P3K tahap I tahun 2019, Pemerintah prioritaskan rekrutmen pada tiga bidang, mulai dari Tenaga Pendidikan, Tenaga Kesehatan, dan Penyuluh Pertanian, khusus bagi eks THK2.

Untuk mekanisme seleksinya, metode rekrutmen P3K tidak akan jauh berbeda dengan CPNS.

“ Pelaksanaan seleksinya masih sama dengan menggunakan sistem  (CAT) dan portal pendaftaran dilakukan terintegrasi dengan portal Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN),” jelas saat memaparkan perihal kebijakan teknis pengadaan P3K dalam kegiatan sosialisasi yang digelar Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi pada Rabu, (23/01) di Batam.

Selain itu, Kepala BKN juga menuturkan, tanda identitas P3K akan disamakan dengan PNS lewat penetapan Nomor Induk Pegawai (NIP).

Terkait perihal syarat batas usia pelamar tidak terpaku pada aturan maksimal 35 tahun seperti CPNS.

“Sebaliknya, maksimal usia pelamar P3K paling tinggi 1 tahun sebelum batas usia pensiun pada jabatan yang akan dilamar dan untuk perjanjian kerja, PP 49/2018mengakomodasi masa hubungan kerja, paling singkat 1 tahun dan perpanjangan didasarkan pada pencapaian kinerja dan kebutuhan instansi, ” tambahnya.

Sebagai informasi, aturan teknis dari PP 49/2018 yang akan diteruskan melalui Peraturan MenPANRB dan Peraturan BKN masih dalam proses penyelesaian.

Untuk pelaksanaan P3K tahap I Tahun 2019 dilakukan setelah masing-masing instansi selesai lakukan perhitungan kebutuhan dan menyampaikannya kepada KemenPANRB dan BKN. (mw

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terbaru

To Top