Bolmong

Caleg Gagal, Niat Ikut Pilsang Terkesan Kutu Loncat

MONGONDOW. CO, Bolmong-Calon legislatif (Caleg) yang gagal menjadi anggota dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) berpotensi memunculkan gerakan kutu lonjat. Pasalnya, para caleg gagal tersebut bakal menyeberang ke pesta demokrasi pemilihan kepala desa. Itu lantaran, tahapan pemilihan Sangadi (Pilsang) di 105 desa Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), akan digelar usai lebaran Idul Fitri.

Selain itu, tidak ada larangan bagi caleg yang gagal ikut bertarung pada pilsang. Pemerhati politik dari Lolayan Ismail Ambaru mengatakan, fenomena tersebut umum dilakukan, karena sudah menjadi hal biasa jika ada caleg yang gagal mencoba peruntungannya di pilsang. Namun caleg itu kata Ismail, sebaiknya lebih dulu mengundurkan diri dari partai politik (Parpol). “Iya, harus mengundurkan diri dari pengurus parpol. Jangan sampai ada indikasi gerakan atau mobilisasi dari partai untuk memenangkan jadi sangadi,”ujar Ismail, kemarin.

Lanjut dikatakan pria berjengkot ini, semua punya hak untuk mencalonkan diri sebagai sangadi. Apalagi, dalam pilsang tahun ini tidak ada larangan asalkan yang bersangkutan (Calon) masih Warga Negara Indonesia (WNI) dan sudah lama menetap di desa yang ia tinggal, serta ketentuan dalam pilsang memenuhi syarat sebagai calon. Kendati begitu dia berharap, panitia pilsang yang dibentuk oleh pemerintah, lebih teliti dalam membuat persyaratan dalam pilsang. Minimal caleg yang kutu lonjat ke pilsang lebih dulu memasukan bukti bahwa Ia bukan lagi pengurus atau anggota parpol. “Itu yang harus diantisipasi sebelum muncul polemik atau konflik di desa nanti. Caleg yang kutu lonjat harus mengundurkan diri dari partai sebelum ditetapkan sebagai calon,”ungkapnya.

Sambil menyeruput kopi, Ismail menguraikan, ada aspek yang menguntungkan bagi caleg yang gagal untuk bertarung di pilsang. Bahkan, caleg gagal itu punya peluang atau kans untuk jadi sangadi. Selain sudah dikenal warga, caleg yang gagal itu sudah memiliki konstituen pada pileg lalu. Namun, perolehan suara pada pileg lalu bukan jadi jaminan hanya jadi perbandingan saja. Tinggal bagaimana merawat massa itu agar tak akan lari atau pindah ke calon lain. “Iya, caleg yang gagal tinggal merawat pendukungnya agar pada pileg ini tak akan berpaling. Jika perawatannya bagus, saya yakin caleg yang gagal itu akan berkantor pemerintah desa,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Ahmad Yani Damopolii melalui Kabid pemerintahan desa Isnaidi Mamonto mengatakan, tidak masalah jika caleg yang gagal maju di pilsang. Sebab, Pemkab Bolmong membolehkan calon sangadi dari partai politik. “Itu tidak dilarang. Karena, tidak ada larangan anggota parpol mencalonkan diri sebagai sangadi. Kalau masih calon tidak apa-apa. Nanti setelah terpilih sebagai kepala desa, baru yang bersangkutan harus mengundurkan diri dari pengurus parpol. Yang bahaya itu sangadi menjadi pengurus parpol,” ungkap bekas komisioner KPU Bolmong ini.

Pun aturan pilsang, dalam Permendagri Nomor 112 tahun 2014 pasal 21, peserta atau bakal calon Sangadi harus terdaftar sebagai penduduk dan bertempat tinggal di desa setempat paling kurang satu tahun sebelum pendaftaran tidak berlaku lagi. “Sesuai keputusan MK, warga yang mencalonkan diri tidak dibatasi lagi berdasarkan domisili minimal satu tahun. Bahkan dari luar desa bisa mencalonkan diri. Perdanya sudah disahkan. Jadi, dalam pilsang tahun ini tidak dibatasi lagi warga yang mencalonkan diri,”ujarnya.

Lanjut dijelaskannya, Pemkab Bolmong dalam hal ini DPMD telah menganggarkan dana sebesar Rp 1 Miliar lebih untuk pelaksanaan pilsang di 105 desa. Anggaran itu akan digunakan untuk keperluan pilsang hingga pelantikan sebagai sangadi. “Jadi tak usah kawatir, dana pilsang ditanggung pemerintah. Tahapannya dimulai Juni mendatang,” tuturnya.

Perlu diketahui bahwa, terinformasi ada beberapa caleg yang gagal akan bertarung bahkan sudah siap mencalonkan diri sebagai calon sangadi. Selain caleg yang gagal, ada juga dari kalangan jurnalis akan bertarung untuk menjadi orang nomor satu di desa atau sangadi. (Yono).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terbaru

To Top