Boltim

Dinkes Boltim Ajak Masyarakat Perangi Stunting

MONGONDOW.CO, Boltim – Masalah Stunting bisa berakibat buruk pada pertumbuhan anak usia dini. Mengantisipasi hal ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Timur (Boltm), melalui Dinas Kesehatan, menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk melakukan pencegahan sejak dini, Selasa (14/5/19).

Hal ini ditegaskan oleh Kepala Dinas Kesehatan, Eko Marsidi Skm. ME. Ia menjelaskan, bahwa Stunting bisa berdampak bagi individu dan negara. Dimana Stunting beresiko terkena penyakit Degeneratif, yang bisa membuat kemampuan kognitif menurun, daya tangkap berkurang, kecerdasan melemah, mudah sakit, fungsi tubuh tidak seimbang, postur tubuh rendah dan penampilan kurang menarik.

“Sedangkan dampak stunting bagi negara adalah dapat menurunkan kesehatan dan produktivitas kerja seseorang sehingga akan berpengaruh pada pendapatannya ketika ia dewasa,” tutur Marsidi belum lama ini.

Lanjut Dia mengatakan, “Hal ini tentu akan mempengaruhi pula pendapatan bruto negara sehingga akan membuat negara rugi triliyunan rupiah,” terangnya.

Ia menyebutkan, untuk pencegahan, Stunting bisa di cegah melalui beberapa langkah utamanya pemberian tablet bagi remaja putri usia 12 sampai 18 tahun.

“Stunting bisa dicegah dengan pemenuhan gizi ibu hamil, pemberian asi eksklusif, rutin melakukan pemantauan pertumbuhan anak terutama di posyandu, menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta pemberian tablet Fe bagi remaja putri 12 sampai dengan 18 tahun,” papar Marsidi.

Sekilas Info Tentang Stunting

Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh buruknya asupan gizi anak dalam jangka waktu yang cukup lama, sehingga menyebabkan kondisi gagal tumbuh (failure thrive) pada anak, yang mengakibatkan tinggi atau panjang anak tidak sesuai dengan umur (TB/U) sehingga anak terlihat jauh lebih pendek (kerdil) daripada teman-teman seusianya. (Chindi Limo)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terbaru

To Top