Bolmong

Soal Dugaan Penggelembungan Suara, Bawaslu Sebut Laporan Ginoga Cs Tak Ada Bukti

MONGONDOW. CO, Bolmong-Laporan dugaan penggelembungan suara dan perubahan isi C1 yang dilakukan oleh Camat dan Sekcam Bolaang beberapa waktu lalu, telah mentah dan tidak terbukti.  Hal ini terbukti  dengan surat pemberitahuan yang dikeluarkan oleh Bawaslu Bolmong tanggal 14 Mei 2019 bahwa laporan No.01/LP/PL/Kab/25.05/IV/2019  tidak dapat ditindaklanjuti karena Temuan/laporan yang diberikan tidak memenuhi unsur-unsur pelanggaran pemilu.  Atas surat pemberitahuan ini, Pemerintah Kabupaten Bolmong, melalui Kasubag Hukum dan HAM, Muh. Triasmara Akub yang juga  kuasa hukum Camat dan Sekcam Bolaang, perlu menanggapi atas putusan Bawaslu tersebut. Akub mengatakan,  Pemkab sangat bersyukur dengan hasil tersebut, ini menandakan tuduhan yang disampaikan ke publik dan yang dilaporkan oleh Baharudin Ginoga tidak benar dan cenderung fitnah.

“Kami sudah prediksi dari awal,  bahwa laporan mereka lemah dan tidak berdasar. Jika dilihat  bukti yang diajukan pelapor tak memenuhi unsur, “kata Akub.

Selanjutnya,  hasil putusan Bawaslu ini pemkab akan pelajari lebih lanjut atas permasalahan laporan. Dan bagi  Pihak-pihak yang terlibat dalam pelaporan permasalahan ini, dapat dijerat dengan dugaan pelaporan palsu sebagaimana yang diatur dalam Pasal 317 ayat 1 KUHP atau pencemaran nama baik yang diatur dalam Pasal 310 ayat 1 KUHP. ( Penjelasan– Pasal 317 ayat 1 KUHP menyebutkan  Barang siapa dengan sengaja mengajukan pengaduan atau pemberitahuan palsu kepada penguasa, baik secara tertulis maupun untuk dituliskan, tentang seseorang sehingga kehormatan atau nama baiknya terserang, diancam karena melakukan pengaduan fitnah, dengan pidana penjara paling lama empat tahun dan Pasal 310 ayat 1 KUHP menyatakan Barang siapa sengaja menyerang kehormatan atau nama baik seseorang dengan menuduhkan sesuatu hal, yang maksudnya terang supaya hal itu diketahui umum, diancam karena pencemaran dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah).

“Pelaporan ini akan ditindaklanjuti mengingat pembelaan hak-hak Camat dan Sekcam. Hal ini sekaligus menjadi pembelajaran bersama untuk menggunakan mekanisme hukum secara bertanggungjawab dan dapat menimbulkan efek jera bagi mereka yang seenaknya menuduh tanpa dasar,”tegas Akub.

Sementara itu, Tim Pemenangan Caleg Yusuf K Mooduto, Pelapor Baharudin Ginoga mengatakan, jika Pemkab laporkan balik kepadanya,  itu merupakan hak pemkab bolmong.

“Silakan jika memang mereka melaporkan kepada saya kepenegak hukum, tidak masalah, “ujarnya.

Ginoga pun mengungkapkan,  akan ke Bawaslu mempertanyakan alasan tak ditindak lanjutinya laporan soal dugaan penggelembungan suara oleh Camat Bolaang  dan Sekcam Bolaang.

“Kami ada foto bukti C1 Yang dilakukan oleh Camat,  jika penyelenggara yang pegang C1 tak ada masalah tapi jika camat yang pegang itu menjadi tanda tanya,”ucap Ginoga.

Ginoga heran,  disaat  jam yang kritis Camat dan Sekcam pegang C1, jika pemerintah yang pegang C1 tentu dipermasalahkan tapi bila penyelenggara pasti tidak ada timbul masalah.

“Kami sudah laporkan hal ini ke Bawaslu Propinsi dan Polda Sulut.  Kami tinggal tunggu tindak lanjut dari kedua Institusi tersebut,”imbuh Ginoga.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)  Kabupaten Bolmong menjelaskan, hasil kajian dan hasil Penyelidikan Sentra Gakkumdu unsur Kepolisian tidak menemukan adanya pelanggaran pemilu yang dilakukan oleh Camat dan Sekcam.

“Kami sudah periksa semua pihak terkait, tidak ada bukti cukup untuk membuktikan camat dan sekcam melakukan penggelumbungan suara seperti yg di sangkakan oleh terlapor Baharudin Ginoga, “tegas Komisioner Bawaslu Bolmong Jerry Mokoolang.

Jerry pun mengatakan, soal salinan C1 yang ada di meja  Camat, pasca penghitungan di TPS, salinan tersebut memang sudah di publis, yakni di tempelkan di papan pengumuman. “Semua orang bisa mendokumentasikannya dan memiliki salinan tersebut. Dan keputusan Sentra Gakkumdu dalam pembahasan ke 2, menghentikan perkara tersebut, “pungkas Jerry. (Yono).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terbaru

To Top