Boltim

Tiga Tuntutan Pendemo Soal HGU Ranomout di Boltim

MONGONDOW.CO, Boltim – Puluhan Mahasiswa yang tergabung di Aliansi Mahasiswa Pemuda dan Masyarakat, mendatangi kantor Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), untuk meminta sikap Bupati Sehan Salim Landjar SH, dalam menyikapi persoalan tanah Hak Guna Usaha (HGU), antara pemerintah daerah (Pemkab) dan PT.Ranomout.

Para demonstran yang mengatas namakan Aliansi mahasiswa pemuda dan rakyat, yang diketuai Kordinator Lapangan (Korlap) Haikal mokoagow, menuntut pihak pemda agar secepatnya menagani persoalan tanah HGU yang sampai sekarang belum selesai antara pihak pemerintah dan pemilik PT. Ranomout.

“Kami mengecam atas tindakan yang dilakukan oleh pihak perusahaan. Dimana mereka merasa berkuasa, saat punya kekuasaan dan rakyat dijadikan kambing hitam atas kepentingan dari konstentasi politik. Untuk itu, apabila terjadi penggusuran, maka seharusnya dari pihak PT. Ranomout harus mengganti rugi, sebab ada beberapa rumah tinggal disitu, tentunya ini sudah diatur dalam undang-undang PP Nomor 40 Tahun 1996 Pasal 4 Ayat 4 seperti yang diatas, yakni tanah yang diberikan HGU terhadap atau bangunan lain keberadaanya berdasarkan hak yang sah,” ungkap Korlap jumat siang tadi.

Ini 3 point tuntutan pendemo :

1. menuntut kepada Pemda untuk transparansi dokumen HGU dan pengelolaan tanah HGU.

2. Siapkan lahan-lahan untuk mereka yang tidak punya tempat tinggal.

3. Dimana peran Pemda dalam menyikapi persoalan tanah HGU, dan segera putuskan kontrak dengan pihak PT Ranomout.

Pada kesempatan itu, Aspirasi para demonstran di sambut baik oleh Bupati Sehan Landjar, didepan halaman kantor Bupati.

“Saya apresiasi dan bangga kepada adik-adik mahasiswa, juga masyarakat yang punya jiwa kepedulian terhadap daerah ini, menyangkut tanah HGU, dalam hal ini, Saya selaku pemerintah, sudah sejak awal tahu persoalan ini, dan kami sebelumnya sudah membahasnya dengan pihak PT. Ronomout,” ucap Sehan dihadapan para pendemo, Jumat (3/5/2019).

Lanjut Bupati, soal lahan HGU yang rencananya akan di bangun, 200 unit Rumah Tingal Layak Huni (RTLH), juga rencananya akan di bangun Masjid Raya, Kampus, kantor Kejari, kantor pengadilan, Kodim, dan Polres, dengan angaran yang sudah jalan kurang lebih 2,8 Miliar.

“Saat ini, sudah ada 40 unit RTLH yang dibangun di atas lahan PT. Ronomout, Proses penyerahan telah diserahkan ke desa Tutuyan II. Untuk sisanya 200 unit, akan dibangun tahun ini,” tutur Sehan

Lanjut eyang sapaan akrab Bupati, kami selaku Pemerintah tidak hanya diam, karena Saya yang akan berhadapan langsung dan masyarakat jangan resah dan takut, ataupun termakan isu.

“Masyarakat jangan hawatir dan resah, karena ada isu akan dibongkar dan di pindahkan dari lahan itu, sejauh ini masih aman. Ada isu Pak Stenly Kasnan yang hanya sebagai mandor yang datang dan bilang akan ambil kembali lahan itu, atau akan di bongkar paksa, jangan percaya, karena ini hanya reaksi konflik politik pemilu barusan. Sedangkan pihak pemilik perusahaan Bapak Hendrik sempat heran kenapa si Stenly yang orang kerja menekan dan mengancam akan mengeluarkan masyarakat di lokasi itu,” tutur Sehan.

Bupati juga menghimbau agar masyarakat jangan takut, ataupun ragu, karena pihak pemerintah yang akan menjaminya.

“Jangan merasa terancam dengan isu itu, namun tetap kawal dan awasi, Saya yang paling depan mengahadapi mereka, jika ada yang ingin mengeluarkan masyarakat di lokasi itu. Jika dia ingin mengeluarkan masyarakat di lokasi itu maka, dia rugi dan harus mengantikan anggaran kurang lebih 2,8 Miliar yang sudah dibangun, dan sudah jalan. Makanya saya lagi-lagi berpesan masyarakat jangan takut dan termakan isu,” mari kita kawal bersama pembangunan itu,” jelas Bupati. (Chindi Limo)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terbaru

To Top