Boltim

Masuk Massa Pensiun, Sekda Assegaf Beber Empat Calon Penganti ke Bupati

MONGONDOW.CO, Boltim – Masa tugas Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Muhammad Asagaf, akan berakhir September 2019.

Assagaf akan memasuki masa pensiun, setelah puluhan tahun mengabdi untuk negara sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Ada empat nama yang saya ajukan ke Bupati, untuk menjadi penjabat Sekda Boltim,” ujar Sekretaris Daerah Muhammad Assagaf di rumah kerjanya, Senin (10/6/2019).

Nama-nama tersebut dinilai sangat berkompoten dalam mengantikan dirinya sebagai Sekda.

Pertama Jainudin Mokoginta, sekarang menjabat Assiten III bidang Administrasi Umum. Dia dinilai mampu mengantikan peran sebagai Sekda, walaupun akan masuk masa pensiun. Artinya penghargaan, karena sudah mengabdi di Boltim.

Kedua, Ikhsan Pangalima, sekarang menjabat Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah. Dia telah memenuhi persyaratan, karena telah menjabat beberapa SKPD di lingkungan Pemkab Boltim. Serta mengikuti PIM II.

Ketiga Oscar Manoppo menjabat sebagai Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah. Walaupun baru satu SKPD dipimpinya, namun dia memiliki kemampuan memimpin dan mengelola keuangan di daerah. Dia bisa memegang satu SKPD merangkap Plt Sekretaris Daerah (Sekda).

Keempat, Soni Waroka sekarang menjabat sebagai Assisten II bidang Pembangunan dan Perekonomian di Pemkab Boltim. Birokrat ini memiliki kemampuan lobi ke tingkat Provinsi Sulawesi Utara. Secara kepangkatan dan profesional bekerja sudah memenuhi syarat.

Lanjut dia, dari ketiga birokrat yakni Ikhsan Pangaliman, Oscar Manoppo dan Soni Waroka berpeluang bakal menjadi Sekda definitif. Sedangkan Jainudin Mokoginta masuk masa pensiun tahun depan. Namun dia bisa diangkat sebagai PLH Sekda untuk 2019. Sementara menunggu Sekda definitif berikutnya.

Kata dia, sesuai aturan Sekretaris Daerah definitif bisa mengajukan nama-nama calon ke Bupati. Keputusan siapa yang diusulkan menjadi tanggung jawab Bupati.

“Saya tinggal menunggu sampai Juli 2019. Satu nama Sekda dari Bupati. Kemudian disodorkan ke Gubernur Sulawesi Utara,” ujar dia lagi.

Ia menambakan, seorang Sekda, harus mampu menjalankan tugas dengan baik. Terutama mempertahankan WTP serta menjalankan perekonomian serta pelayanan terhadap masyarakat.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah, Robi Mamonto mengatakan, Sekretaris daerah, Muhammad Assagaf masuk masa pensiun tahun ini. Termasuk ada 24 orang lainnya.

Tahun 2018, ada 40 orang yang pensiun dengan berbagai alasan yakni batas usia pensiun (BUP), meninggal dunia, sakit serta ikut Caleg.

“Kami tetap akan mengantikan pejabat, karena untuk mengisi kekosongan. Namun untuk Sekda menjadi wewenang Bupati,” ujar Robi Mamonto. (Chindi).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terbaru

To Top