Boltim

Ratusan Rumah di Desa Molobog Terendam Banjir Air Sungai

MONGONDOW.CO, Boltim – Ratusan rumah warga di Desa Molobog Induk dan Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), terancam terendam, ketika musim penghujanan tiba, Senin (10/6/19).

Hal ini disebabkan sering meluapnya sungai Molobog saat musim hujan turun. Karena tidak mampu menampung debet air yang besar dan ditambah lagi, pinggirannya sungai, tidak ada tanggul sebagai penahan air.

Menurut salah satu warga Molobog H. Antara, setiap hujan turun satu sampai dua jam dengan curah hujan tinggi. Pasti air di sungai meluap sampai ke rumah warga.

“Air di sungai ini sangat besar. Karena air dari beberapa desa seperti Kokapoy, Lanud dan lainya,” ujar H. Antara beberapa waktu lalu.

Perlu adanya normalisasi atau pembangunan tanggul untuk sungai Molobog. Karena sangat membahayakan rumah warga saat musim hujan. Takutnya terjadi hujan pada malam hari.

“Saya minta adanya perhatian pemerintah yang serius untuk solusinya,” ujarnya lagi.

Sangadi Molobog Barat, Lukman Mamonto mengatakan, masalah ini sudah disampaikan lewat Musrenbang desa. Untuk pembangunan tanggul atau normalisasi gedung.

Namun hingga sekarang belum direalisasi baik dari Pemerintah Daerah maupun Provinsi.

“Usulan ini diajukan sejak 2016 bersama sangadi Molobog Induk. Sebab aliran sungai berada di daerahnya paling besar,” ujar Lukman Mamonto.

Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan, Mohammad Iksan Pangalima mengatakan, semua usulan dari desa melalui Musrenbang diterima.

Harusnya kalau program atau kebutuhan itu, sangat perlu atau penting. Maka desa harus kawal sampai ke Des SKPD. Apa lagi terkait kebutuhan masyarakat.

“Nanti saya akan berkoordinasi dengan dinas terkait seperti Pekerjaan Umum dan BPBD terkait masalah ini,” ujar Mohammad Iksan Pangalima belum lama ini.

Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Yanto Modeong mengatakan, masalah sungai Molobog yang sering meluap waktu datang hujan. Sudah diajukann ke provinsi dan pusat melalui Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB).

“Kami sudah turun mengukur ada sekitar satu kilometer lebih yang akan ditanggul di Sungai Molobog,” ujar Yanto Modeong.

Lanjut dia, permohonan normalisasi tanggul sungai Molobog telah diajukan sejak 2017 baik ke provinsi maupun pusat.

Memang, wilayah Molobog bersatu, menjadi salah satu daerah rawan banjir. Saat musim hujan. Hal ini disebabkan tak mampunya sungai tersebut menahan debet air. (Chindi)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terbaru

To Top