Boltim

Tatap Pemenangan Pilkada Boltim 2020, Sachrul: 2015 Jadi Pengalaman Besar Pacu Semangat

MONGONDOW.CO, Boltim – Pilkada Boltim yang akan berlansung tahun 2020, akan tetapi antusias warga menyambut hajatan politik lima tahunan ini mulai bergeliat cukup tinggi.

Terlebih riak medsos yang mulai meramaikan suksesi Pilkada Boltim bahkan secara langsung ditingkatan gras root mulai membahas kandidat yang akan maju bertarung memperebutkan kursi orang nomor satu di Boltim.

Sam Sachrul Mamonto, salah satu nama dari beberapa figur yang sangat diminati warga untuk maju bertarung sebagai Calon Bupati di Pilkada Boltim

Mantan Ketua DPRD Boltim itu paling banyak dibicarakan, dan mendapat respon positif dari masyarakat. Militansi pendukung yang masih tetap terjaga, ditambah elektabilitas yang terus meningkat menjadi modal tersendiri baginya menghadapi Pilkada Boltim.

Selain Sachrul,  Oskar Manoppo, Muhammad Assegaf, Fuad Landjar, juga disebut-sebut bakal ikut meramaikan Pilkada Boltim sebagai calon bupati.

Akan tetapi  dari beberapa figur Sachrul disebut sebut menjadi figur yang sangat siap dan menonjol maju di kancah Pilkada Boltim.

Ini bisa dilihat dari show force yang dilakukan SSM pada momen lebaran ketupat yang dilaksanakan di tiap kecamatan.

Saat dikonfirmasi terkait kesiapannya menghadapi Pilkada Tahun 2020, SSM mengaku sangat siap bertarung kembali. Bagi SSM, seorang petarung takkan pernah mundur meskipun pernah merasakan kekalahan.

“Saya adalah politisi. Momen politik tentu menjadi sesuatu yang paling dinanti-nantikan dan tak akan dilewati begitu saja. Soal menang atau kalah itu adalah hal biasa, yang terpenting kita bertarung lagi,” kata mantan Komite Dewan Komisaris Bank SulutGo itu.

Soal persaingan dengan kandidat lain, SSM dengan santai menjawab bahwa dirinya tak memikirkan apalagi mengkhawatirkan mereka yang akan mencalonkan diri sebagai calon bupati.

“Saya sudah pernah bertarung. Empat tahun lalu (Pilkada 2015) melawan calon petahana Sehan Landjar dan dikenal sebagai ‘singa’ podium serta politisi besar di Sulut. Jadi tidak ada kekhawatiran saya dengan kandidat lain,” sebut SSM.

Menurut SSM, kekalahannya melawan Sehan Landjar di Pilkada 2015 merupakan sebuah pengalaman besar dan memberinya banyak pelajaran. Hal itu katanya menjadi pemicu dan pemacu semangat bagi dirinya untuk meraih kemenangan di Pilkada 2020.

“Ketika engkau ingin menjadi politisi besar, maka bertarunglah dengan mereka yang punya nama besar. Walaupun kalah tapi takkan dipandang sebelah mata,” tutur Sachrul melanjutkan. (mwr)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terbaru

To Top