Boltim

Lahan Jadi Kendala Dasar Pembuatan TPS Mini Tutuyan Bersatu

Ilustrasi

MONGONDOW.CO, Boltim – Ke Tiga Desa Tutuyan Bersatu, Kecamatan Tutuyan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) kini tengah berupaya memberantas sampah-sampah liar yang dibuang masyarakat. Upaya-upaya tersebut kandas karena tidak adanya lahan yang cocok untuk dijadikan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) mini, Jumat (12/7/19).

Seperti yang dikemukakan Sangadi (kepala desa) Tutuyan, Brury Paputungan kepada sejumlah awak media belum lama ini.

”Banyak lahan yang ditawarkan namun terlalu dekat dengan rumah-rumah masyarakat, itukan tidak sesuai dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), itu yang menjadi kendala saat ini. Jarak TPS harus jauh dari pemukiman warga agar tidak mencemari lingkungan,” tutur Paputungan.

Kata dia, Tutuyan Bersatu adalah sarang sampah. Pada tahun 2018 lalu, semua sudah sepakat untuk dimasukan kedalam program.

”Sudah dibahas dengan Sangadi Tutuyan 2 dan 3, rencananya kami di Tiga desa ini akan membuat TPS mini di Tutuyan, tapi dibuat dalam Satu lahan, nah pengadaan lahan ini yang sedang kami upayakan dahulu. Jika sudah ada lahan, baru akan diprogramkan agar tidak ada Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa),” jelasnya.

Sementara itu, Sangadi Tutuyan 2, Hartono Buntuan saat dijumpai awak media ini mengatakan, secara individu desa memang sudah direncanakan, namun problem besarnya adalah lahan.

”Saya setuju bahwa TPS mini dibuat saja di Tutuyan, jika sudah ada lahan yang siap, kamipun siap dengan dana yang diperlukan. Untuk anggkutan penganggkut sampah juga kami sudah siapkan sejak jauh hari,” ujar Buntuan.

Disisi lain, Sangadi Tutuyan 3, Irman Pakaya saat disambangi beberapa awak media mengatakan, belum lama ini pihaknya telah lakukan negosiasi dengan Sangadi Tutuyan.

”Di Tutuyan 3 memang sudah tidak ada ruang untuk dibangunnya TPS mini karena sudah terjepit dengan pemukiman warga, dan saya sudah nego dengan Sangadi Brury bahwa TPS tersebut digabung saja di Tutuyan. Jika sudah ada lahan, Saya akan siapkan anggaran Dandes paling sedikit 50 juta rupiah untuk patungan,” ucap Pakaya.

Dirinya berharap, Pemerintah Kabupaten segera menyiapkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) untuk menampung sampah yang ada.

”Sebab TPS mini tidak akan mampu membendung sampah-sampah dalam jangka waktu panjang,” imbuhnya. (CLimo)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terbaru

To Top