Bolmong

DPRD Bolmong Menyoroti Serapan Anggaran Triwulan 1 APBD 2021 Terbilang Rendah

MONGONDOW.CO,Bolmong – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) Sulhan Manggabarani, mengkritik rendahnya serapan anggaran Pemkab Bolmong pada triwulan satu Apbd tahun 2021.

Sulhan menilai, hingga saat ini telah memasuki Minggu terakhir di bulan Maret tahun 2021, serapan APBD Bolmong masih tergolong sangat rendah.

“Sudah berakhir triwulan pertama belum juga ada tanda – tanda serapan anggaran disetiap organisasi perangkat daerah (OPD) Bolmong, ini dibuktikan pula banyak keluhan dari ASN Bolmong,” kata Sulhan, Senin (05/04/2021).

Ia mengatakan, dana desa saja banyak para sangadi mengeluhkan apalagi jabatan Kadis PMD masih kosong, bahkan tunjangan ASN saja belum dibayarkan hampir semua OPD Bolmong serapan anggarannya sangat rendah sekali.

Harusnya kata Sulhan, kegiatan sudah mulai jalan diawal bulan Maret ini atau paling tidak diakhir bulan februari tahun 2021, namun disesalkan serapan anggaran yang telah berakhir Maret ini, belum juga ada tanda – tanda dibayarkan kegiatan yang telah direncanakan.

“Ini alasannya apa? kenapa serapan anggaran Pemkab Bolmong sangat rendah pada triwulan pertama. Bulan depan sudah masuk triwulan kedua,” sesal Sulhan.

Ini kata Sulhan, pengguna anggaran terlalu menggunakan prinsip kehati-hatian dan tidak mempersiapkan rencana kerja.

“Kalo sesuai aturan kenapa harus kaku dalam melaksanakan program kerja yang telah rencanakan,” ujar dia.

Apabila Pemkab Bolmong tidak segera menggenjot penyerapan anggaran, lanjut dia, Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) APBD 2021 bakal miliaran tidak terserap. Dan ini yang akan tersendat pembangunan daerah sesuai dengan visi dan misi Bupati yang telah direncanakan ditahun berjalan tidak akan berjalan dengan baik.

“Kami DPRD akan agendakan rapat dengar pendapat (RDP) pekan depan intansi yang terkait. Kami akan undang pertanyakan rendahnya serapan anggaran Pemkab Bolmong,” tutur Sulhan.

Menurut dia, seharusnya serapan anggaran bisa mencapai 30 persen karena hampir memasuki triwulan kedua, sehingga pihak legislatif meminta Pemkab Bolmong meningkatkan kinerjanya untuk penyerapan anggaran secara optimal, sehingga pembangunannya dapat dirasakan oleh masyarakat.

“Ingat ini sudah tahun ke empat Pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Dra Hj Yasti Soepredjo Mokoagow – Yani Rony Tuuk Sth, sehingga pimpinan OPD dapat menerjemahkan visi dan misi diakhir masa jabatan nanti. Minimal program yang telah dijanjikan hampir semua sudah terealisasikan,” pungkas Sulhan.

Sementara itu, PLT Kepala Badan Keuangan (BKD) Bolmong Rio Lombone, melalui Kepala Bidang Akuntasi  Steven F Wongkar membenarkan serapan anggaran pada triwulan satu ini masih sangat rendah.

“Ya memang harusnya memasuki triwulan kedua ini serapan anggarannya disekitaran 30 persen,” kata Steven.

Ia mengatakan, dari anggaran APBD Bolmong tahun ini apbd Rp 1.057.086.481.675, terealisasi Rp 82.531.328.196, sekitar 7,80 persen,” ungkap Steven.

Memang kata Steven sesuai data sangat rendah, namun ini bukan karena faktor kelalaian OPD tapi akibat Pandemi ada refocusing dan lelang proyek sebagian besar belum jalan.

“Yang terealisasi baru sebagian besar gaji rutin ASN tapi kegiatan fisik masih sangat kurang. Ini wajar biasanya awal tahun realisasi memang rendah, mudah – mudahan bulan ini sudah berjalan normal,” tutup Steven, yang turut dibenarkan Kepala BKD Bolmong Rio Lombone. (Yono).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Popular

To Top