Bolmong

Warga Lolanan Sesalkan Sangadi Rekom Ketua Kelompok P3A, Bukan Masyarakat Setempat 

MONGONDOW.CO,Bolmong – Proyek pekerjaan peningkatan saluran irigasi tersier di desa Lolanan kecamatan Sangtombolang, dikeluhkan warga setempat. Pasalnya, ketua kelompok perkumpulan petani pengguna air (P3A) bukan warga yang berdomisili di desa tersebut.

Keluhan ini datang dari Warga Lolanan, Abdul Aziz Daeng Malinta, mengatakan harusnya ketua kelompok P3A yang diberdayakan warga Lolanan, bukan warga tetangga. Karena pekerjaannya ada didesa Lolanan, tujuan dari padat karya tunai adalah memanfaatkan sumber daya manusia dari desa setempat bukan warga desa lain.

Bahkan kata Aziz, ketua kelompok merangkap bendahara, jadi semua berkaitan dengan keuangan pencairan yang pegang ketua kelompok.

“Bendahara hanya formalitas saja, ini yang saya pertanyakan kenapa bendahara tidak diberikan kewenangan untuk pegang keuangan,” ujar dia.

Ia meminta, kepada pemerintah desa untuk mengganti ketua kelompok dan diberikan peran kepada bendahara dalam mengelola keuangan.

“Ketua kelompok P3A Lolanan dari desa Maelang, inikan aneh? Pekerjaannya dari desa Lolanan, yang atur dari desa tetangga,” pintah Aziz.

Aziz pun menyesalkan, sikap dari Sangadi desa Lolanan Yusna Pakaya, memberikan rekomendasi kepada ketua kelompok dari masyarakat Maelang, selama 4 kali berturut – turut mendapat kucuran dana dari pusat.

“Saya menduga tidak digunakan kewenangan bendahara untuk pegang keuangan. Ada indikasi Sangadi dan ketua kelompok melakukan permainan,” ungkapnya.

Untuk itu, ia meminta kepada pemerintah desa dalam hal ini Sangadi Lolanan, agar pengelolaan keuangan pekerjaan fisik saluran irigasi tersier dipegang oleh Bendahara, yang dipilih melalui keputusan lewat rekomendasi Sangadi sendiri.

“Tolong berikan kepercayaan kepada bendahara,” tutur Aziz.

Saat dikonfirmasi kepada media ini kepada Sangadi Lolanan Yusna Pakaya membenarkan, Pengurus ketua kelompok P3A desa Lolanan, warga desa Maelang.

“Iya betul, bapak datang dilokasi saja nanti masyarakat yang menjelaskan,” singkatnya sambil menutup telfonnya.

Sementara itu, Balai Wilayah Sungai Sulawesi 1 Petrus menjelaskan, harusnya ketua kelompok dari desa setempat.

“Iya betul harusnya pengurus kelompok dari desa itu,” singkatnya.

Diketahui, sumber dana pekerjaan peningkatan saluran irigasi tersier di desa Lolanan tersebut dari APBN tahun anggaran 2021. Total anggaran sebesar Rp 195 juta, dengan rincian untuk fisik Rp 185.250.000, untuk operasional 5 persen sebesar Rp 9.750.000. pelaksana dari Kelompok P3A Modayag desa Lolanan Kecamatan Sangtombolang. Ini program melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.(Yono).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Popular

To Top