Bolmong

Kadis PMD: Sangadi Harus Paham BLT DD Untuk Warga Tak Mampu, Bukan Untuk Lansia 

MONGONDOW.CO,Lolak – PLT Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) Deyselin Wongkar, langsung menanggapi pernyataan Sangadi desa Langagon Adun Potabuga kecamatan Bolaang, di salah satu media online yang menyatakan penerima bantuan langsung tunai (BLT) dana desa (DD) diganti untuk diprioritaskan kepada lanjut usia (Lansia).

“Saya tegaskan tidak ada prioritas lansia karena bantuan lansia ada khusus di Dinas Sosial,” kata Deyselin, saat menghubungi media ini Jumat, (27/08/2021).

Deyselin menjelaskan, syarat penerima BLT DD sesuai dengan aturan yakni Keluarga miskin atau tidak mampu yang berdomisili di desa yang bersangkutan, tidak termasuk dalam penerima program keluarga harapan (PKH), Kartu sembako, Kartu prakerja, Bantuan tunai sosial (BST) dan bantuan sosial dari pemerintah lainnya serta punya nomor induk kependudukan (NIP).

“Jadi tidak ada prioritas bantuan kepada Lansia, bantuan lansia itu sekali lagi ada di Dinas Sosial. Pemerintah desa harus paham menyalurkan bantuan BLT DD sesuai dengan aturan,” tegasnya.

Ia pun mengungkapkan, akan memberikan pemahaman kepada Sangadi tentang syarat penerima BLT DD.

“Insya Allah akan diluruskan pemahaman para Sangadi sehubungan dengan persyaratan  penerima BLT DD,” tandas Esy, sapaan nama akrabnya.

Sementara itu, Sekretaris Fraksi Nasdem Febrianto Tangahu menegaskan ini menandakan ketidak tahuan pemerintah desa terhadap aturan.

“Saya minta masyarakat Langagon yang merasa tidak terima atas digantinya sebagai penerima BLT DD, segera melapor secara resmi di DPRD Bolmong. Insya Allah kami akan telusuri, model seperti itu kategori seorang pemimpin yang menyusahkan dan meresahkan masyarakat,” ujar Tangahu.

Tak hanya itu, untuk bantuan BLT DD tidak mengenal masih muda, jika tergolong kurang mampu. Kenapa tidak masuk dalam bantuan BLT DD, akibat dampak Covid-19 tersebut.

Sebelumnya, Dikutip salah satu media online JurnalBMR.Com Sangadi Langagon Adun Potabuga meluruskan tudingan warganya tersebut.

” Tidak ada pencoretan nama penerima BLT, Yang benar adalah pengurangan karena ada pertimbangan lain misalnya bantuan di salurkan untuk prioritaskan kepada para Lansia, ” kata Adun.

Adun menambahkan bahwa pengurangan penerima BLT terjadi hampir di semua desa di Bolmong sehingga pemdes langagon mempertimbangkan jika yang di prioritaskan adalah mereka yang sudah berusia lanjut atau lansia.

Nantinya kata Adun, jika anggaran Covid-19 sudah 100 persen memungkinkan maka semua akan di akomodir.

“Saya berharap semua masyarakat dapat menerima bantuan BLT ini tapi kerena anggaran terbatas maka pemdes lebih memprioritaskan yang lansia, Intinya kita yang muda muda ini masih kuat mencari nafkah apa salahnya kita berikan saja kepada mereka yang sudah lansia, ” terang Adun. (*).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Most Popular

To Top