Bolmong

Lagi, Dugaan Pemboman Ikan Terjadi di Perairan Kelurahan Inobonto

Foto ilustrasi

MONGONDOW CO, Bolmong – Dugaan Pemboman Ikan di wilayah perairan laut kelurahan Inobonto, kecamatan Bolaang, kembali terjadi.

Menurut beberapa saksi mata dari nelayan kelurahan Inobonto, Fachry Bahmid, Uyo Monigiho dan Noval, kejadian pemboman ikan tersebut terjadi tadi siang, Kamis (13/1/2021).  Ia berkata, pemboman ikan ini sering terjadi di perairan laut kelurahan Inobonto.

“Mereka kami lihat gunakan perahu warna Biru dan diduga para nelayan dari arah Manado dan Amurang,” ungkap Ketiga nelayan tersebut.

Saat ditanya, aksi pemboman ikan sering terjadi. Fahri menjelaskan para pelaku pemboman lakukan aksi pada pagi dan sore hari.

“Pelaku pemboman lakukan aksi mereka secara diam – diam dan memastikan tidak ada nelayan memancing ikan di perairan laut itu,” ujarnya.

Apalagi, kata Fahri, peralatan para pelaku sangat canggih dan tak bisa dikejar.

Dengan kejadian ini, Nelayan meminta kepada Intansi yang terkait untuk segera menindak pelaku Pemboman ikan di laut perairan kelurahan Inobonto.

“Saya harap dinas yang terkait segera lakukan pengawasan terhadap Pemboman ikan laut yang merusak ekosistem laut,” pintah Fahri.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bolmong, Parman Ginano menegaskan, mengutuk keras aksi kejahatan perusak biota laut dan akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengecek langsung dilokasi.

“Kami akan tetap berkoordinasi dengan pihak terkait dalam hal ini Danposal Labuan Uki juga pihak Polsek Bolaang untuk melakukan pemantauan langsung terhadap maraknya pengeboman ikan di wilayah perairan Inobonto. Ini pasti jadi perhatian kami, juga masyarakat kami harap membantu memberikan informasi jika ada kejadian seperti itu,” harap Parman.

Lanjut dia, memang bom ikan bisa menangkap banyak ikan dalam waktu yang cukup singkat. Namun, waktu yang singkat tersebut pula dapat merusak ekosistem laut. Bahkan Ledakan bom ikan tidak hanya membunuh ikan, tapi membunuh benih biota laut, berbagai organisme laut,  dan merusak terumbu karang.

“Ini perlu waktu berpuluh-puluh tahun untuk dapat memperbaiki secara alami terumbu karang. Bahkan Bahayanya lagi, saat ini ada yang gunakan kompresor untuk tangkap ikan. Tidak disadari cara ini sangat membahayakan karena sudah banyak makan korban,” imbuh Parman.

Ia menegaskan, bagi siapa dengan sengaja melakukan pengrusakan biota laut, dengan melakukan Pemboman ikan akan dipidana.

Perlu diketahui, setiap orang yang dengan sengaja di wilayah pengelolaan perikanan Republik Indonesia melakukan penangkapan ikan dan/atau pembudidayaan ikan dengan menggunakan bahan kimia, bahan biologis, bahan peledak, alat/dan atau cara, dan/atau bangunan yang dapat merugikan dan/atau membahayakan kelestarian sumberdaya ikan dan/atau lingkungannya sebagaimana di maksud dalam Pasal 8 ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling banyak Rp. 1.200.000.000,00 (satu miliar dua ratus juta rupiah).

Danposal Labuan Uki Lettu Agus Taryono  mengatakan akan menseriusi terkait para pengebom ikan di wilayah pantai Inobonto.

“Kami akan memastikan untuk mengecek langsung dilapangan dan meminta para nelayan untuk membantu kami, intinya saya akan menindaklanjuti hal ini sampai tertangkap para pelaku pengebom ikan itu,” pungkasnya.

Sambil menambahkan, besok dipastikan akan turun dilapangan kroscek laporan dari nelayan. (*).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Most Popular

To Top