Boltim

Antara Pemuda 1928 dan 2020

Penulis : Diding Mahyun

Tokoh Pemuda BMR

MONGONDOW.CO, Boltim – 92 Tahun yang lalu para pemuda berkumpul dan menyatukan gagasan hingga menghasilkan sebuah Ikrar suci untuk mempersatukan pemuda saat itu.

Kemajemukan pemuda pada saat itu mampu dipersatukan dengan ikrar (Sumpah) yang di rumuskan pada Kongres Pemuda II tepatnya pada 28 Oktober 1928.

Sejak saat itu pemuda mulai terlibat dalam proses pembangunan Indonesia yaitu mengkritisi hingga bergabung dalam perjuangan Indonesia melawan penjajah, bahkan mendesak Ir Soekarno dan Mohammad Hatta untuk memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.

Hal diatas menggambarkan bahwa ada keinginan bagi para pemuda saat itu untuk pemuda saat ini dalam artian menjadi suatu kekuatan besar. Meski pada saat itu politik sudah merajarela namun kaum mudah berusaha untuk memberikan yang terbaik dalam perjuangannya pada saat itu.

Setelah 92 Tahun begitu banyak tantangan dan rintangan untuk persatuan pemuda. Hingga kini nampak begitu banyak klan-klan pemuda yang dengan tujuan masing-masing.

Klan-klan ini bermunculan tatkala dunia teknologi merajarela. Dari Klan pemuda yang minat akan Games, Literasi, Diskusi hingga hal-hal lainnya.

Tidak ada yang salah dan harus dipersalahkan ketika klan-klan ini lahir karena itu adalah sebuah sikap kedewasaan yang diambil oleh pemuda ketika politik mulai merasuki mereka.

Keadaan ini akan bertahan hingga hadirnya sosok Tokoh kepemudaan yang dapat merubah pemikiran dan pola tindakan dari para pemuda.

Pemuda hari ini kehilangan tokoh sentral yang dapat dijadikan sebagai motivator dalam berfikir maupun bertindak dikarenakan begitu banyak pemuda yang setelah menjadi tokoh kemudian masuk dalam dunia politik malah bertolak belakang saat mereka masih menjadi sosok tokoh kepemudaan.

Sekiranya jika politik masuk dalam konsep kepemudaan jika memberikan edukasi pastinya tidak akan terbangun klan-klan dalam persatuan pemuda yang telah dicontohkan oleh para pemuda 92 tahun yang lalu (Sumpah Pemuda).

Pemuda 2020 hingga kedepan nanti membutuhkan sosok tokoh sentral yang lahir murni dari pemuda yang mengetahui keadaan pemuda itu sendiri.

Selamat Memperingati Sumpah Pemuda!!!

Hidup Pemuda!!!

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Popular

To Top