Hukum & Kriminal

Terobos Rumah Korban Hingga Dipukul Dahi Sampai Bengkak, Ibu RT di Bolmong Dipolisikan 

Pelapor

MONGONDOW.CO,Bolmong – Korban penganiayaan SM (54), warga desa Kosio Timur Kecamatan Dumoga Tengah Kabupaten Bolmong, melaporkan seorang Ibu rumah tangga (RT) terlapor  (AM), warga yang sama kepada Aparat Kepolisian di Polsek Dumoga Barat.

Sesuai Surat tanda terima laporan polisi dengan nomor : STTLP/47/III/2020 Sek DMG BRT, di Polsek Dumoga Barat Sabtu, (28/03/2020) pukul 22.30 Wita.

SM (Pelapor) melaporkan terlapor AM ke Polsek Dumoga Barat, karena diduga telah melakukan penganiayaan kepada pelapor.

Kronologi kejadian, dirumah pelapor didesa Kosio Timur Kecamatan Dumoga Tengah.

Berdasarkan STTLP Polsek Dumoga Barat, dengan uraian singkat kejadian pada hari Sabtu, (28/03/2020) sekitar pukul 19.30 WITA, pelapor berada ada didalam rumah sedang duduk menonton Televisi (TV), kemudian datang terlapor mengetuk pintu dan dibukakan oleh suami pelapor. Setelah itu, terlapor langsung masuk kedalam rumah dan menampar cucu korban.  Melihat kejadian tersebut, pelapor mendekati terlapor dengan maksud bertanya kepada terlapor, kenapa menampar cucunya, akan tetapi terlapor langsung memukul pelapor, sebanyak satu kali, dengan tangan terkepal mengena pada dahi korban, sehingga mengakibatkan bengkak.

Diketahui, masalah ini terjadi hanya persoalan sepele, antara cucu pelapor dan anak terlapor saling ejek, bahkan hampir saling bakupukul. Kejadian tersebut, terlapor tak terima dengan laporan anaknya, terlapor langsung mendatangi rumah pelapor. Hingga melakukan penganiayaan kepada korban, sampai dahi korban bengkak, akibat pukulan dari terlapor.

Sementara itu, Sangadi Desa Kosio Timur Burhan Makalalag saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

“Iya tadi malam juga sekitar pukul 21.00 malam baru kita tau, kita sandiri saja kaget. Dan jika benar kejadian itu dirumah korban maka itu salah sekali,” kata Burhan, Minggu (29/03), melalui pesan WhatsApp nya.

Burhan pun meluruskan, terkait tuduhan korban dirinya menyembunyikan pelaku.

“Kita tidak sembunyikan pelaku, malah setiap kejadian didesa ini kita langsung tangani,” ujarnya.

Meski begitu, jika korban sudah melaporkan kepada pihak aparat kepolisian, tidak masalah. Sebab ini sudah masalah penganiayaan.

“Kita juga menghindari jangan sampai kita di sangka berpihak, kepada pelaku,  Tapi kalu dipercayakan didesa, Kita gunakan hukum  adat dikampung,” tandas Burhan.

Burhan mengatakan, jika aturan adat yang diberlakukan, maka pelaku bisa dikenakan sangsi dengan denda kampung berupa bahan.

“Dendanya bisa berupa kursi, tergolong tindakan pelaku itu, lepas dari  kesalahan yang dirugikan alias kolop in pogod dalam bahasa Mongondow,” tambah Burhan.

Upaya konfirmasi media ini kepada, Kapolsek Dumoga Barat AKP Nico Tulandi, melalui pesan WhatsApp nya hingga berita ini tayang belum ada tanggapan. (Yono).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top