Nasional

Aktivis AMMPD Imbau Gelaran Tari Pobibi Jangan Menggunakan Dana BOS dan Dandes

MONGONDOW.CO, Boltim – Dalam waktu dekat setiap Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Pemerintah Desa di Kabupaten Gorontalo telah diminta untuk menghadirkan masa pada pergelaran Tari Pobibi yang akan diselenggarakan di Limboto pada akhir pekan ini.

Tak tanggung-tanggung, sampai ratusan tanggung jawab menghadirkan masa untuk masing-masing sekolah dan Pemerintah Desa guna memenuhi target 75 ribu masa untuk memecahkan rekor jumlah masa terbanyak dalam menari.

Demikian yang disampaikan oleh Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Daerah (AMMPD) Rachmat Mamonto.

“Menghadirkan orang sebanyak itu butuh anggaran yang tidak sedikit. Olehnya saya meminta kepada Kepala Sekolah (Kepsek) dan Kepala Desa (Kades) harus hati-hati jangan sampai hanya untuk memenuhi target kehadiran masa kemudian Kepsek menggunakan dana BOS dan Kades menggunakan Dana Desa,” imbaunya, Jumat (20/9/19).

Jika itu terjadi, lanjutnya, tentu akan memiliki risiko hukum. Untuk membantu dan melindungi Kepsek dan Kades, jangan sampai salah bertindak kiranya Komite Sekolah segera membantu berkoordinasi dengan Kepsek dan BPD berkoordinasi untuk mencegah jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam penggunaan anggaran masing-masing.

Dilanjutkannya, seharusnya Bupati Gorontalo menyediakan anggaran untuk memobilisasi siswa dan masyarakat desa, bukan kemudian hanya meminta menghadirkan masa lalu tidak menyediakan anggarannya. Akibatnya guru-guru dan para Kades yang menerima bebannya.

“Anggaran yang dibutuhkan untuk menghadirkan masa sebanyak 75 ribu orang tentu sangat banyak. Bisa dibayangkan jika seorang peserta membutuhkan anggaran transportasi pergi pulang Rp 25.000, ongkos makan Rp 12.000 dan minum Rp 5.000, maka anggaran yang dibutuhkan untuk satu orang peserta sebanyak Rp 42.000. Sehingga untuk 75 ribu masa, maka membutuhkan anggaran sebanyak 3,1 Miliar rupiah, itu belum termasuk kostum dan accessories tari. Ini sungguh sangat banyak apalagi di tengah keadaan rakyat yang menderita kekurangan air dan bahan pangan di musim kemarau,” paparnya.

Dirinya merasa heran dengan cara-cara Bupati mengatur daerah ini. Bukannya memikirkan Shopping Centre dan Rumah Sakit Bolyohuto yang terbengkalai atau memikirkan rakyat yang lagi menderita karena kemarau, malah justru mengajak rakyat ramai-ramai menari-nari di tengah masa sulit seperti sekarang.

“Harusnya yang dilakukan Bupati adalah mengajak seluruh rakyat secara masal untuk salat Istisqa meminta hujan dan Salat Ghaib untuk Almarhum Habibie yang berjasa untuk Daerah ini. Saya juga meminta Kapolres dan Kepala Kejaksaan Kab. Gorontalo harus mencermati kegiatan ini jangan sampai menggunakan anggaran BOS dan Anggaran Desa. Sebagai institusi penegak hukum, Polres dan Kejaksaan tentu memiliki kewajiban mencegah dan menindaki jika terjadi sebuah perbuatan yang melawan hukum,” tegasnya. (*Chimo)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Popular

To Top