Boltim

Pencairan Dandes dan ADD Tahap Dua Boltim Terkendala Laporan Tahun 2018

Proyek Dana Desa Kayumoyondi "Dikapling" Aparat Desa

MONGONDOW.CO, Boltim – Setelah Pencairan tahap satu DD dan ADD oleh 80 Desa Se-Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), kali ini Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) sedang melakukan proses pencairan Dana Desa (DD) tahap II senilai Rp 26.696.251.574 dan Anggran Dana Desa (ADD) sejumlah Rp 15.968.977.840, Senin (17/6/19).

Hal ini Dikatakan Kepala DPMD Boltim Slamet Umbola, setelah diselesaikannya pencairan tahap I, pihaknya saat ini dalam proses pencairan DD dan ADD tahap II tahun 2019.

“Intuk permohonan pengajuan pencairan DD dan ADD tahap II, sudah bisa dilakukan, setiap desa yang mengajukan akan langsung kita layani,” kata Kadis belum lama ini.

Lanjutnya, seperti biasanya, untuk pengajuan tahap II, setiap desa diwajibkan memenuhi syarat ketentuan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan PMK 225/PMK.07/2017 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 50/PMK. 07/2017 tentang Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa.

“Syaratnya, yakni laporan realisasi penyaluran Dana Desa tahun sebelumnya yaitu tahun 2018, dan laporan konsolidasi realisasi penyerapan dan capaian output pelaksanaan Dana Desa tahun sebelumnya yaitu tahun 2018,” ujar Umbola kepada sejumlah awak media.

Dirinya juga menegaskan, Tahap II, disalurkan paling cepat bulan Maret dan paling lambat dilakukan pada minggu ke-4 bulan Juni 2019 ini, sebesar 40 persen.

“Target kami, akhir bulan ini tahap II akan selesai disalurkan, karena, pada bulan Juli nanti kita sudah masuk untuk pencairan tahap III,” pungkasnya.

Sesuai informasi, berdasarkan rekapitulasi data pencairan di DPMD Boltim, hingga saat ini telah tercatat sekitar 47 lebih desa yang melakukan pencairan ADD tahap II, dan proses pencairan ADD tersebut sudah dimulai sejak bulan Mei kemarin.

Terpisah yang dikatakan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah, (BPKAD) Boltim, Oskar Manoppo mengungkapkan, belum cairnya Alokasi Dana Desa (ADD) tahap dua 2019, karena terkendala laporan konsolidasi output tahun 2018. Dimana, masih ada beberapa desa yang belum memasukkan laporan.

“Ada sekitar 22 desa belum memasukkan laporan konsolidasi tahap 1,2 dan 3 tahun 2018. Akibatnya, pencairan ADD tahap dua tahun ini belum bisa tersalur,” ungkap Oskar.

Lanjutnya, jika sisa desa lainnya sudah melengkapi dan memasukkan berkas tersebut, pihaknya akan segera mengusulkan ke KPPN untuk proses ke kas daerah.

Tidak hanya itu, bahkan pihaknya juga sudah menegaskan, dan menyurati beberapa desa yang belum memasukan laporan.

“Kami sudah menyurat kepada Sangadi (Kepala Desa), untuk segera melengkapi berkas, supaya segera ditindaklanjuti, dan untuk segera melengkapi berkasnya,” pintanya.

Sesuai informasi, besaran ADD tahap pertama yang dicairkan untuk semua desa sebesar Rp 13 Miliar, sementara tahap dua yang belum terealisasi, Rp 20 Miliar. (Chindi)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terbaru

To Top