Pendidikan

Yayasan: Status Muliady Sebagai Rektor IAI Kotamobagu Cacat Hukum

MONGONDOW.CO, Kotamobagu – Yayasan Darul Mutaqqin turun langsung menangani persoalan akademi yang tengah terjadi di organisasi kampus Institut Agama Islam (IAI) Kotamobagu mulai dengan pemilihan rektor dan persoalan managemen keuangan termasuk civitas IAI Kotamobagu itu sendiri.

Kuasa Hukum Yayasan Darul Mutaqqin Moh Fardi Manoppo SH mengatakan bahwa adanya pemilihan rektor yang baru saja dilaksanakan di kampus IAI Kotamobagu ilegal,

” Proses pemilihan rektor di IAI Kotamobagu yang mengangkat saudara Muliadi Mokodompit merupakan pelaksanaan ilegal atau cacat hukum karena tidak melibatkan pihak yayasan, karena kepastian hukumnya ada pada yayasan” terang Moh Fardi sebagai kuasa hukum pihak yayasan.

Menurut Moh Fardi saat ini pihak yayasan tengah turun langsung menanggani masalah ini,

” Saya sebagai kuasa hukum yang dipercayakan pihak yayasan akan menyelesaikan beberapa persoalan mulai dari masalah perdata termasuk adanya laporan tindak pidana yang dilakukan oleh rektor yang terpilih secara ilegal mulai dari melakukan pengrusakan dan ada unsur penipuan dalam pengelolaan civitas akademi IAI Kotamobagu,” ujar Moh Fardi kepada MONGONDOW.CO.

Ketua Yayasan Darul Mutaqqin Erfan Susilo Adi Mamonto SH MH mengatakan proses pemilihan rektor yang baru saja dilaksanakan di dalam kampus IAI Kotamobagu pada bulan Juli dengan adanya nama Muliadi Mokodompit sebagai rektor terpilih tidak sesuai dengan aturan perundang undangan,

” Pemilihan rektor dilakukan atas maunya sendiri karena tidak melibatkan pihak yayasan. Makanya saat ini kami tengah turun langsung menanggani berbagai persoalan dalam organisasi IAI Kotamobagu,” ujarnya.

Menurut Erfan rektor resmi yang telah terpilih sebelumnya yakni Drs Hi Moh Anthon Mamonto MA sesuai keputusan yayasan pada Juli tahun 2019,

” Sampai dengan saat ini Drs Hi Moh Anthon Mamonto MA masih sebagai rektor sesuai dengan keputusan Yayasan Darul Mutaqqin sebagai pemilik kampus IAI Kotamobagu dan sesuai keputusan menjabat sampai dengan tahun 2023. Jadi pemilihan rektor yang baru saja dilaksanakan tahun 2020 dengan pejabat Muliadi Mokodompit ini ilegal,” ujat Erfan.

Sementara itu Pembina Yayasan Darul Mutaqqin Djunaidi Mamonto mengatakan sangat disayangkan adanya ulah oknum yang merusak tatanan pengelolaan civitas akademi di kampus IAI Kotamobagu yang sudah mendapatkan keputusan dari Kementrian Agama agar melaksanakan program pendidikan dengan baik dan benar,

” Kami sangat menyangkan ada polemik yang dilakukan oleh oknum yang menjadikan civitas akademik sebagai objek dengan gerakan yang bisa merugikan mahasiswa dan civitas kampus IAI Kotamobagu,” teranf Djunaidi.

” Kami dari pihak yayasan sudah menjadwalkan agenda untuk penanganan masalah yang terjadi termasuk persoalan hukum dan akan melakukan pertemuan tatap muka dengan mahasiswa dan civitas akademi di IAI Kotamobagu agar semua bisa jelas,” ujar Djunaidi Mamonto. (tr1/mwr)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Popular

To Top