Bolmong

Warga Solog  Pertanyakan Pengawasan Kapal Asing Berlabuh di PT Conch, Komang: Sudah Sesuai SOP

MONGONDOW.CO,Bolmong – Warga Lingkar Tambang desa Solog Kecamatan Lolak, mempertanyakan masalah kapal asing yang sering sandar atau berlabuh di pelabuhan PT Conch North Sulawesi Cement.

Salah satu warga Solog Suharjo Makalalag dalam postingannya di media sosial mempertanyakan, pengawasan sejumlah kapal asing yang sering berlabuh di pelabuhan PT Conch North Sulawesi Cement.

“Hampir setiap Minggu kapal – kapal asing ini masuk dan berlabuh di pelabuhan PT Conch kelurahan Inobonto 1,” tanya Harjo, sapaan akrabnya, Rabu (25/03/2020).

Harjo pun menyebutkan, sebelumnya ada kapal Hongkong, dan Singapura berlabuh di pelabuhan PT Conch.

“Pertanyaan siapa yang mengawasi kapal asing tersebut, siapa memastikan para ABK bebas dari Virus Corona, dan adakah perwakilan pemerintah kabupaten dan Sulut serta pusat di pelabuhan PT Conch,” katanya.

ABK Lokal di Lakukan Pemeriksaan Kesehatan

Harjo mengatakan, masyarakat lingkar tambang seperti warga Solog dan kelurahan Inobonto,sudah resah dengan keberadaan kapal – kapal asing tersebut.

“Mohon pihak terkait segera bertindak, sebelum ada masyarakat lingkar tambang yang tertular Covid-19,” pinta Harjo, dalam postingan media sosial.

Saat dikonfirmasi kepada Kepala Dinas Kesehatan, melalui Kepala Bidang Pengendalian Pencegahan penyakit Yusuf Detu mengatakan, terkait kapal asing dan ABK berlabuh di pelabuhan PT Conch, bukan kewenangan Pemkab Bolmong.

“Itu kewenangan dari Kantor Kesehatan Pelabuhan dari Pelabuhan Labuan Uki di Lolak, kami kecuali ada permintaan dari mereka,” singkatnya.

Sementara itu, Korwil Karantina Kantor Kesehatan Pelabuhan/KKP Labuan Uki I Komang Ardika AMD KEP menjelaskan, terkait postingan Suharjo Makalalag di media sosial, dua kapal asing Hongkong dan Singapura tersebut benar pernah berlabuh di PT Conch, tapi saat berlabuh tahun lalu 2019 sebelum adanya kasus Virus Corona muncul.

“Kapal asing  Singapura berlabuh pada tanggal 11 April 2019, dan kapal Hongkong berlabuh pada tanggal 26 April 2019. ABK nya kami lakukan pemeriksaan sesuai dengan Standar Operasional Pemeriksaan (SOP) pelabuhan kami jalankan,” sebut Komang.

Selain itu, kapal yang terlihat dari pelabuhan bukan kapal asing tapi kapal lokal, meski begitu, Kata Komang para ABK lokal tersebut dilakukan pemeriksaan juga sesuai dengan SOP.

Komang mengatakan, dalam pemeriksaan ABK kapal asing juga menurunkan tim kesehatan dari KKP Pelabuhan Bitung, untuk melakukan disenfektan setiap kapal asing yang masuk di Pelabuhan PT Conch.

“Berupa Pengukuran suhu badan Disenfaktan ABK,  Pemberian healtl alert card dan crew atau ABK tidak bisa turun dari kapal,” terang Komang.

Jadi kapal asing kata Komang, belum bisa sandar atau berlabuh dipelabuhan jika belum ada pemeriksaan dari karantina.

“Pada saat Kapal di periksa, Kapal labuh dulu, dan Kapal lokal juga kami lakukan screning suhu badan, bahkan kami pun punya dokumentasi terkait kapal – kapal asing yang berlabuh dipelabuhan,” ungkap Komang.

Sambil menambahkan, untuk bulan Maret ini ada tiga kapal yang berlabuh dipelabuhan PT Conch North Sulawesi Cement.

“Dua kapal asing dari Pilipina, dan satu kapal dari Australia, tapi mereka sudah berangkat karena paling lama mereka berlabuh dipelabuhan dua hari,” katanya.

“Tiga kapal tersebut kami lakukan pemeriksaaan kesehatan sesuai SOP,” pungkas Komang. (Yono).

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top